Senin, 12 September 2016

A day with you part 2

Mobil Van bts berhenti tepat di sebuah taman didaerah perhotelan shiyo. Jelas hari ini tidak ada agenda bts didaerah itu, apalagi pada jam yang sangat pagi ini. Saat pintu mobil terbuka, suga muncul dengan kaca mata hitamnya dan sweater yang menenggelamkan tubuh rampingnya. Sweater hitamnya semakin menonjolkan putihnya kulit suga.

Suga POV
"Kamu benar benar dalam masalah yoo rae. Awas saja kalau kamu tidak muncul". Aku menelfon ponsel yoo rae. Tapi seberapa kalipun aku mencoba dia tetap tidak menjawab telfonnya. Yoo rae, kau benar benar mati hari ini!
Aku mengirimkan pesan kepada yoo rae untuk datang ke taman didekat hotel tempat dia menginap. Anak itu!! bagaimana bisa dia sudah main sejauh ini saat masih usia SMA? Hanya dengan teman katanya? Siapa yang dia coba bohongi ha?
Aku menendang kerikil kerikil didepanku sambil menunggu anak itu muncul ke hadapanku. setelah lima belas menit menunggu, seorang perempuan datang mengendap ngendap didepanku dan memasang kuda kuda. Syal yg digunakan perempuan itu menutupi setengah wajahnya, jaket yg digunakannya terlalu tipis untuk udara yg sangat dingin, dan dia hanya menggunakan sendal saat keluar dari hotel. Si bodoh itu, dia hanya membuatku merasa gagal sebagai kakak.

Yoo Rae POV
Apa aku harus bawa senjata? Bagaimana kalo oppa membunuhku kali ini? Mengingat dia gagal membunuhku beberapa kali. Haaah. Kenapa aku menelfonnya tadii?? Aku memukul pelan kepalaku karena kebodohanku telah memberitahu oppa tentang kedatanganku ke jepang.
Seharusnya aku cari cara lain saja untuk bertemu jimin oppa, aku tidak akan menelfon oppa, tidak lagi!!
Aku memasang kuda kuda saat melihat sosok suga oppa sedang berkacak pinggang didekat van bts. Dia memang menggunakan kacamata hitam, tapi aku yakin mata sipitnya sekarang sedang mengeluarkan laser dan siap membunuhku.
"Ap-apa? Kenapa tiba tiba ingin ketemu?"
Aku masih memasang kuda kuda ku, oppa tau kalau aku memenangkan taekwondo minggu kemaren kan?
Oppa mendekatiku perlahan, menyebarkan aura membunuhnya ke sekelilingku, tepat dua langkah didepanku dia berhenti dan membuka kaca matanya. "Jelaskan dengan singkat dan jelas!" Sepertinya oppa sedang menuntut penjelasan tentang kenapa aku berada disini sekarang.
Aku merubah posisiku dan berdiri tegap. "Aku dan temen-temen SMA sedang liburan ke sini, dan kebetulan ada fanmeet bts di jepang. Aku mau ikutan tapi kehabisan tiket. kalo oppa masih mau aku panggil dengan sebutan oppa, coba bantu aku untuk dapatkan tiket nya."
Itu penjelasan yang singkat dan jelas ga ya?

Suga POV
Aku ingin memarahi anak ini, tapi wajahnya yang sangat kurus itu membuatku lupa akan kemarahanku dan berganti mencemaskan anak ini. Dia lebih kurus daripada yang terakhir terlihat.
"Jelaskan dengan singkat dan jelas!" Karena aku tidak ingin adikku kedinginan disini.
Dia merubah posisinya menjadi berdiri tegap. "Aku dan temen-temen SMA sedang liburan ke sini, dan kebetulan ada fanmeet bts di sini.  Aku mau ikutan tapi kehabisan tiket. kalo oppa masih mau aku panggil dengan sebutan oppa, coba bantu aku untuk dapatkan tiket nya."
Fanmeet? Dia gila ya? Bisa bisa dia pipih terlindas a.r.m.y saat fanmeet nanti.
Tentu saja aku menolaknya. "Tidak akan pernah kukasih".
Dia terlihat murung dengan kata kata ku tadi. "Kapan kamu akan kembali ke korea?"
Yoo rae masih cemberut dan tidak mau menjawab kata kata ku. Susah sekali punya adik perempuan. "Sudah, aku tidak mau jawab lagi!" Setelah itu yoo rae pergi meninggalkan ku sambil berlari. Aku memanggilnya, tapi dia tidak menoleh dan terus berlari ke arah hotel. Haah, aku memang oppa yang payah..

Yoo rae POV
Oppa pelit! Liat saja, aku pasti akan dapatkan tiketnya!

Jimin POV
Sudah jam sebelas? Aku terlalu asik sendiri sampai lupa waktu begini. Tapi anak anak yang lain kemana? Kenapa belum muncul dari tadi??

♥Cause if one day you wake up and find that you're missing me
and your heart starts to wonder where on this earth I could be♥

Dari saku jaket yg kugantung disudut ruang latihan, ponsel ku berbunyi. Tapi, aku tidak punya bayangan siapa yg sedang menelfonku itu. Member bts? Tidak mungkin. Mereka lebih memilih menghampiriku ke ruang latihan dibanding menelfonku. Manager? Pd nim? Aku menyudahi pikiranku akan siapa penelfon itu dengan mengambil ponselku. Melihat nama pemanggil yang tertera dilayar, kedua sudut bibirku tanpa kusadari terangkat dan aku ingin segera mengangkat telfonnya.
"Hai, yoo rae, kenapa tiba tiba menelfon?"

To be continued...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar