A day with you part 2
Mobil Van bts berhenti tepat di sebuah taman didaerah perhotelan shiyo. Jelas hari ini tidak ada agenda bts didaerah itu, apalagi pada jam yang sangat pagi ini. Saat pintu mobil terbuka, suga muncul dengan kaca mata hitamnya dan sweater yang menenggelamkan tubuh rampingnya. Sweater hitamnya semakin menonjolkan putihnya kulit suga.
Suga POV
"Kamu benar benar dalam masalah yoo rae. Awas saja kalau kamu tidak muncul". Aku menelfon ponsel yoo rae. Tapi seberapa kalipun aku mencoba dia tetap tidak menjawab telfonnya. Yoo rae, kau benar benar mati hari ini!
Aku mengirimkan pesan kepada yoo rae untuk datang ke taman didekat hotel tempat dia menginap. Anak itu!! bagaimana bisa dia sudah main sejauh ini saat masih usia SMA? Hanya dengan teman katanya? Siapa yang dia coba bohongi ha?
Aku menendang kerikil kerikil didepanku sambil menunggu anak itu muncul ke hadapanku. setelah lima belas menit menunggu, seorang perempuan datang mengendap ngendap didepanku dan memasang kuda kuda. Syal yg digunakan perempuan itu menutupi setengah wajahnya, jaket yg digunakannya terlalu tipis untuk udara yg sangat dingin, dan dia hanya menggunakan sendal saat keluar dari hotel. Si bodoh itu, dia hanya membuatku merasa gagal sebagai kakak.
Yoo Rae POV
Apa aku harus bawa senjata? Bagaimana kalo oppa membunuhku kali ini? Mengingat dia gagal membunuhku beberapa kali. Haaah. Kenapa aku menelfonnya tadii?? Aku memukul pelan kepalaku karena kebodohanku telah memberitahu oppa tentang kedatanganku ke jepang.
Seharusnya aku cari cara lain saja untuk bertemu jimin oppa, aku tidak akan menelfon oppa, tidak lagi!!
Aku memasang kuda kuda saat melihat sosok suga oppa sedang berkacak pinggang didekat van bts. Dia memang menggunakan kacamata hitam, tapi aku yakin mata sipitnya sekarang sedang mengeluarkan laser dan siap membunuhku.
"Ap-apa? Kenapa tiba tiba ingin ketemu?"
Aku masih memasang kuda kuda ku, oppa tau kalau aku memenangkan taekwondo minggu kemaren kan?
Oppa mendekatiku perlahan, menyebarkan aura membunuhnya ke sekelilingku, tepat dua langkah didepanku dia berhenti dan membuka kaca matanya. "Jelaskan dengan singkat dan jelas!" Sepertinya oppa sedang menuntut penjelasan tentang kenapa aku berada disini sekarang.
Aku merubah posisiku dan berdiri tegap. "Aku dan temen-temen SMA sedang liburan ke sini, dan kebetulan ada fanmeet bts di jepang. Aku mau ikutan tapi kehabisan tiket. kalo oppa masih mau aku panggil dengan sebutan oppa, coba bantu aku untuk dapatkan tiket nya."
Itu penjelasan yang singkat dan jelas ga ya?
Suga POV
Aku ingin memarahi anak ini, tapi wajahnya yang sangat kurus itu membuatku lupa akan kemarahanku dan berganti mencemaskan anak ini. Dia lebih kurus daripada yang terakhir terlihat.
"Jelaskan dengan singkat dan jelas!" Karena aku tidak ingin adikku kedinginan disini.
Dia merubah posisinya menjadi berdiri tegap. "Aku dan temen-temen SMA sedang liburan ke sini, dan kebetulan ada fanmeet bts di sini. Aku mau ikutan tapi kehabisan tiket. kalo oppa masih mau aku panggil dengan sebutan oppa, coba bantu aku untuk dapatkan tiket nya."
Fanmeet? Dia gila ya? Bisa bisa dia pipih terlindas a.r.m.y saat fanmeet nanti.
Tentu saja aku menolaknya. "Tidak akan pernah kukasih".
Dia terlihat murung dengan kata kata ku tadi. "Kapan kamu akan kembali ke korea?"
Yoo rae masih cemberut dan tidak mau menjawab kata kata ku. Susah sekali punya adik perempuan. "Sudah, aku tidak mau jawab lagi!" Setelah itu yoo rae pergi meninggalkan ku sambil berlari. Aku memanggilnya, tapi dia tidak menoleh dan terus berlari ke arah hotel. Haah, aku memang oppa yang payah..
Yoo rae POV
Oppa pelit! Liat saja, aku pasti akan dapatkan tiketnya!
Jimin POV
Sudah jam sebelas? Aku terlalu asik sendiri sampai lupa waktu begini. Tapi anak anak yang lain kemana? Kenapa belum muncul dari tadi??
♥Cause if one day you wake up and find that you're missing me
and your heart starts to wonder where on this earth I could be♥
Dari saku jaket yg kugantung disudut ruang latihan, ponsel ku berbunyi. Tapi, aku tidak punya bayangan siapa yg sedang menelfonku itu. Member bts? Tidak mungkin. Mereka lebih memilih menghampiriku ke ruang latihan dibanding menelfonku. Manager? Pd nim? Aku menyudahi pikiranku akan siapa penelfon itu dengan mengambil ponselku. Melihat nama pemanggil yang tertera dilayar, kedua sudut bibirku tanpa kusadari terangkat dan aku ingin segera mengangkat telfonnya.
"Hai, yoo rae, kenapa tiba tiba menelfon?"
To be continued...
All BTS Stories
Senin, 12 September 2016
FF BTS
A day with you.
Cast : jimin bts, you (yoo rae)
Untuk seminggu kedepan, bts harus bersabar karena waktu istirahat mereka bakal benar-benar terganggu karena jadwal yang sangat sangat padat. Setelah menyelesaikan konser dibeberapa kota di jepang, mereka harus menyelesaikan fanmeet dan beberapa reality show jepang yg ingin membahas tuntas album baru mereka.
Jimin duduk di sudut ruang latihan dengan pose istirahat dan beberapa tetes keringat mulai mengering di dahinya. Tentu saja ia harus banyak berlatih seperti yg dilakukan teman temannya, tidak boleh ada kesalahan dalam konser konser selanjutnya, terlebih kesalahan yg berasal dari dirinya.
SUGA POV
"Lagi.."
Jimin dalam keadaan terduduk dengan wajah tertunduk seperti ini, adalah pemandangan yang lumayan sering aku lihat. Dia pasti tertidur lagi. Berapa jam anak itu tidur malam ini? Tiga? Dua? Atau baru saja tertidur?
Aku menyentuh pundak jimin dengan satu tangan, hanya dengan sentuhan kecil itu ia langsung bangun dan menoleh ke arahku dengan sedikit senyum bangun tidurnya. Aku ingin sekali mentransfer energiku ke anak ini, dengan wajah lelah yg kurang tidur itu, bagaimana dia masih punya senyuman untuk hyungnya ini?
"Hyung-a, kenapa kamu baik banget?" Jimin menunjukan wajah jail nya kepadaku. Aish, walaupun dia kelelahan tapi masih tetap jimin yg jail. Aku harus ingat itu.
"Naega wae? Aku hanya kebetulan datang. Ini kan ruang latihan, siapa saja dan kapan saja bisa datang kesini".
Aku menampik kata kata jimin. Benar, aku mengucapkannya bukan karena ingin beralasan kepada jimin, tapi memang itu kebenarannya.
Jimin kembali menggodaku "lalu makanan yg kau bawa sebanyak ini, bagaimana caranya kau akan menghabiskan itu sendiri?" Jimin mulai mengacak kantong plastik berisi makanan yang kubawa, kemudian berhenti saat dia menemukan susu kesukaannya. "Ini lebih dari sekedar bukti, suga hyung." Lalu ia meminum susu tersebut dan berdiri. Ia kembali memainkan musik dan mulai latihan kembali. Aku tidak mau diam saja melihat dia berlatih mati matian seperti ini. Setidaknya, aku ingin dia bisa merasakan apa yg seharusnya dirasakan pria pada usia 23 tahun, Bersenang senang dan menikmati hidup.
Aku merapikan kantong plastik yg diberantakan oleh jimin dan kembali memperhatikannya. Kenapa dia sangat gila akan latihan? Apa ada hal yg bisa membuat dia sedikit saja berpaling dari latihan?
Jimin POV
Suga hyung lagi lagi memergoki aku sedang ketiduran . Aku selalu merasa tidak enak telah membuatnya khawatir. Aku harus bersikap wajar, jangan tunjukan kelelahan ku didepannya. Tidak, aku tidak lelah. Aku tidak boleh lelah, ini belum seberapa.
Aku menarikan dance yg baru saja kuciptakan. Tapi sesekali mataku melalui pantulan cermin melihat kearah suga hyung, memastikan suga hyung tidak sedang memperhatikanku dengan tatapan khawatir. Suga hyung, dia orang yang sangat baik, hangat dan pengertian. Dia tau apapun tentang kita, tanpa kita perlu bicara padanya. Dia terlihat malas didepan orang orang, tapi matanya selalu membaca orang orang disekitarnya dan menganalisisnya. Dia anak yang jenius dan sangat pintar. Dia keren dan dan banyak pengetahuannya. Jika ada suga hyung versi perempuan, aku tidak akan punya kekuatan untuk tidak jatuh cinta padanya.
Tiba tiba suga hyung memecah keheningan, "Jiminie, mau jalan?"
Aku tidak menghentikan aktivitasku ketika menjawab kata katanya"sepertinya tidak, maaf hyung."
Suga hyung tentu saja kecewa mendengar jawabanku. Tapi mau gimana lagi? Aku masih sering melakukan kesalahan di panggung. Padahal aku ingin bts menjadi yg terbaik. Aku menatap diriku didepan kaca ruang latihan yg menampilkan sosok sedih diriku, dengan rambut basah oleh keringat dan kaki yang mulai gemetar karena terlalu lama berlatih.
Suga hyung lalu sibuk dengan ponselnya dan mengangkat ponselnya yg berbunyi. Samar samar aku bisa mendengar pembicaraan suga hyung dengan penelfonnya itu.
"Wae yoo Rae-a? Ini masih pagi. Hal sepenting apa yg ingin kamu sampaikan?"
Ekspresi suga hyung terlihat sangat ramah ketika berbicara dengan orang itu. Siapa itu? Pacarkah?
"Kenapa kamu tidak bilang kalo ke Jepang? Sedang apa kamu disini ha?"
Aku masih memperhatikan wajah ramah suga hyung yang jarang terlihat muncul begitu saja saat dia menjawab telfon itu. Dia tersenyum beberapa kali dan terkadang juga marah, tapi masih marah dalam kadar ramah.
"Kamu sekarang dimana? Kita harus bertemu. Jangan coba coba menolak!"
Setelah menutup telfonnya, suga hyung pamit kepadaku.
"Jiminie, mianhae. Aku tidak bisa menemanimu latihan. Ada hal urgent yg harus aku selesaikan sekarang." Kemudian suga hyung berlari meninggalkanku diruang latihan. Sepertinya dugaanku benar, suga hyung pergi menemui pacarnya. Tapi, ini Jepang! Pacarnya orang jepang kah?
Yoo rae POV
Gawat. Oppa sangat marah kayanya!!!
Apa aku kabur aja ke korea? Tapi ini kan kebetulan yg sangat bagus, aku ada dijepang saat ada fanmeet bts dijepang. Yasudah, aku pasrah aja. Oppa tidak akan sampai memukulku kok. Pikirkan saja jimin oppa, iyaa pikirkan saja jimiin oppa. Aku pasti bisa bertemu dengannya.
Suga oppa atau siapapun, tidak akan menjadi penghalangku lagi.
To be continued ...
A day with you.
Cast : jimin bts, you (yoo rae)
Untuk seminggu kedepan, bts harus bersabar karena waktu istirahat mereka bakal benar-benar terganggu karena jadwal yang sangat sangat padat. Setelah menyelesaikan konser dibeberapa kota di jepang, mereka harus menyelesaikan fanmeet dan beberapa reality show jepang yg ingin membahas tuntas album baru mereka.
Jimin duduk di sudut ruang latihan dengan pose istirahat dan beberapa tetes keringat mulai mengering di dahinya. Tentu saja ia harus banyak berlatih seperti yg dilakukan teman temannya, tidak boleh ada kesalahan dalam konser konser selanjutnya, terlebih kesalahan yg berasal dari dirinya.
SUGA POV
"Lagi.."
Jimin dalam keadaan terduduk dengan wajah tertunduk seperti ini, adalah pemandangan yang lumayan sering aku lihat. Dia pasti tertidur lagi. Berapa jam anak itu tidur malam ini? Tiga? Dua? Atau baru saja tertidur?
Aku menyentuh pundak jimin dengan satu tangan, hanya dengan sentuhan kecil itu ia langsung bangun dan menoleh ke arahku dengan sedikit senyum bangun tidurnya. Aku ingin sekali mentransfer energiku ke anak ini, dengan wajah lelah yg kurang tidur itu, bagaimana dia masih punya senyuman untuk hyungnya ini?
"Hyung-a, kenapa kamu baik banget?" Jimin menunjukan wajah jail nya kepadaku. Aish, walaupun dia kelelahan tapi masih tetap jimin yg jail. Aku harus ingat itu.
"Naega wae? Aku hanya kebetulan datang. Ini kan ruang latihan, siapa saja dan kapan saja bisa datang kesini".
Aku menampik kata kata jimin. Benar, aku mengucapkannya bukan karena ingin beralasan kepada jimin, tapi memang itu kebenarannya.
Jimin kembali menggodaku "lalu makanan yg kau bawa sebanyak ini, bagaimana caranya kau akan menghabiskan itu sendiri?" Jimin mulai mengacak kantong plastik berisi makanan yang kubawa, kemudian berhenti saat dia menemukan susu kesukaannya. "Ini lebih dari sekedar bukti, suga hyung." Lalu ia meminum susu tersebut dan berdiri. Ia kembali memainkan musik dan mulai latihan kembali. Aku tidak mau diam saja melihat dia berlatih mati matian seperti ini. Setidaknya, aku ingin dia bisa merasakan apa yg seharusnya dirasakan pria pada usia 23 tahun, Bersenang senang dan menikmati hidup.
Aku merapikan kantong plastik yg diberantakan oleh jimin dan kembali memperhatikannya. Kenapa dia sangat gila akan latihan? Apa ada hal yg bisa membuat dia sedikit saja berpaling dari latihan?
Jimin POV
Suga hyung lagi lagi memergoki aku sedang ketiduran . Aku selalu merasa tidak enak telah membuatnya khawatir. Aku harus bersikap wajar, jangan tunjukan kelelahan ku didepannya. Tidak, aku tidak lelah. Aku tidak boleh lelah, ini belum seberapa.
Aku menarikan dance yg baru saja kuciptakan. Tapi sesekali mataku melalui pantulan cermin melihat kearah suga hyung, memastikan suga hyung tidak sedang memperhatikanku dengan tatapan khawatir. Suga hyung, dia orang yang sangat baik, hangat dan pengertian. Dia tau apapun tentang kita, tanpa kita perlu bicara padanya. Dia terlihat malas didepan orang orang, tapi matanya selalu membaca orang orang disekitarnya dan menganalisisnya. Dia anak yang jenius dan sangat pintar. Dia keren dan dan banyak pengetahuannya. Jika ada suga hyung versi perempuan, aku tidak akan punya kekuatan untuk tidak jatuh cinta padanya.
Tiba tiba suga hyung memecah keheningan, "Jiminie, mau jalan?"
Aku tidak menghentikan aktivitasku ketika menjawab kata katanya"sepertinya tidak, maaf hyung."
Suga hyung tentu saja kecewa mendengar jawabanku. Tapi mau gimana lagi? Aku masih sering melakukan kesalahan di panggung. Padahal aku ingin bts menjadi yg terbaik. Aku menatap diriku didepan kaca ruang latihan yg menampilkan sosok sedih diriku, dengan rambut basah oleh keringat dan kaki yang mulai gemetar karena terlalu lama berlatih.
Suga hyung lalu sibuk dengan ponselnya dan mengangkat ponselnya yg berbunyi. Samar samar aku bisa mendengar pembicaraan suga hyung dengan penelfonnya itu.
"Wae yoo Rae-a? Ini masih pagi. Hal sepenting apa yg ingin kamu sampaikan?"
Ekspresi suga hyung terlihat sangat ramah ketika berbicara dengan orang itu. Siapa itu? Pacarkah?
"Kenapa kamu tidak bilang kalo ke Jepang? Sedang apa kamu disini ha?"
Aku masih memperhatikan wajah ramah suga hyung yang jarang terlihat muncul begitu saja saat dia menjawab telfon itu. Dia tersenyum beberapa kali dan terkadang juga marah, tapi masih marah dalam kadar ramah.
"Kamu sekarang dimana? Kita harus bertemu. Jangan coba coba menolak!"
Setelah menutup telfonnya, suga hyung pamit kepadaku.
"Jiminie, mianhae. Aku tidak bisa menemanimu latihan. Ada hal urgent yg harus aku selesaikan sekarang." Kemudian suga hyung berlari meninggalkanku diruang latihan. Sepertinya dugaanku benar, suga hyung pergi menemui pacarnya. Tapi, ini Jepang! Pacarnya orang jepang kah?
Yoo rae POV
Gawat. Oppa sangat marah kayanya!!!
Apa aku kabur aja ke korea? Tapi ini kan kebetulan yg sangat bagus, aku ada dijepang saat ada fanmeet bts dijepang. Yasudah, aku pasrah aja. Oppa tidak akan sampai memukulku kok. Pikirkan saja jimin oppa, iyaa pikirkan saja jimiin oppa. Aku pasti bisa bertemu dengannya.
Suga oppa atau siapapun, tidak akan menjadi penghalangku lagi.
To be continued ...
Langganan:
Postingan (Atom)